Rating IGRS Ditunda – Dalam beberapa hari terakhir, komunitas Gamer membahas bagaimana sistem rating IGRS yang sempat muncul di Steam memiliki kesalahan pada banyak game di sana. Belum lagi ada kabar kalau pihak Bandai Namco sudah menghubungi Menteri Komdigi terkait celah keamanan pada Backend situs Indonesia Game Rating System tersebut.
Dan kini ada laporan terbaru bahwa sistem rating Indonesia Game Rating System ditunda sementara oleh Komdigi. Kenapa?
Sistem Rating IGRS Ditunda Sementaraoleh Komdigi
(Sumber: VOI)
Dilansir dari VOI dalam sebuah konferensi pers, Sonny Hendra Sudaryana selaku Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi mengumumkan bahwa pihaknya menunda sementara sistem rating IGRS. Dia menjelaskan pihaknya sedang melakukan investigasi serta evaluasi lebih lanjut untuk menemukan temuan yang objektif dan juga komprehensif terhadap video game.
Berikut ini pernyataan dari Sonny Hendra Sudaryana.
“Tim ini bekerja menelusuri seluruh aspek, mulai dari sistem, proses, hingga tata kelolanya agar kita mendapatkan temuan yang benar-benar objektif dan komprehensif.
Sonny Hendra Sudaryana
Diskusi Lebih Aktif dengan Pelaku Industri Video Game

Dalam acara konferensi pers tersebut, Sonny juga menjelaskan bagaimana Komdigi akan secara aktif berdiskusi dengan semua pihak pelaku di industri video game. Hal ini bertujuan agar kebijakan yang dibuat nanti bisa benar-benar diterapkan secara nyata di lapangan.
Dan dia menekankan bahwa sistem rating IGRS ditunda ini hanya bersifat sementara secara keseluruhan. Penundaan tersebut dilakukan agar pihak mereka bisa memastikan bahwa kedepannya sistem rating tersebut bisa berjalan jauh lebih kuat, kredibel, dan juga dapat dipercaya baik oleh para pelaku industri terkait.

Sementara itu Shafiq Husein selaku Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) menyambut langkah penundaan ini sebagai upaya dalam membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara regulator dengan ekosistem video game.
Menurutnya melakukan evaluasi terhadap sistem rating umur pada video game tersebut penting agar regulasi yang disusun tidak menjadi sebuah pembatas, melainkan sebagai pertumbuhan dalam industri video game nasional.
Itulah informasi mengenai sistem rating IGRS ditunda sementara oleh Komdigi karena mereka ingin mengkaji ulang lebih banyak agar regulasinya bisa menjadi lebih baik untuk kedepan. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait IGRS atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.