Beberapa waktu lalu mungkin banyak dari kita yang dikejutkan akan kabar bahwa game-game baru besutan Koei Tecmo tidak muncul pada laman Steam khusus region Indonesia. Hal ini sontak membuat banyak gamer lokal bertanya-tanya mengapa developer berbasis di Yokohama, Jepang tersebut melakukan hal demikian.
Melansir dari Kokang Gaming, diketahui bahwa kunci wilayah ini terjadi bukan karena Koei Tecmo tidak ingin merilis game barunya di Indonesia, melainkan karena game-game tersebut ternyata belum mendapatkan rating resmi dari pihak IGRS.
Pihak Koei Tecmo Taiwan yang bertanggung jawab atas distribusi gamenya di Asia Tenggara menyebutkan bahwa mereka telah mengirimkan aplikasi klasifikasi dan saat ini masih menunggu balasan dari IGRS maupun Komdigi sebagai badan yang menaunginya.

Di saat bersamaan, hal ini juga mengingatkan kita bahwa pihak Komdigi di bulan April lalu telah memutuskan untuk menunda penerapan IGRS sementara dan merombak lagi sistem penilaian dan klasifikasinya agar lebih objektif serta tepat sasaran.
Game-game baru Koei Tecmo yang terkena kunci wilayah di Indonesia
Adapun beberapa game baru Koei Tecmo yang akan hadir di waktu mendatang namun masih terkena kunci wilayah di Indonesia adalah sebabagai berikut:
- Serangan terhadap Titan 3
- Ateliar Karia: Kerajaan Malam & Panduan Kenangan
- Wo Long 2: Sayap Bara
- Kuartet Refleksi Biru
Satu hal menarik lain, Dynasty Warriors 3: Complete Edition Remastered tetap bisa diakses di Steam, hanya saja tidak tersedia pilihan untuk melakukan memesan di muka.
Lebih lanjut, pihak Koei Tecmo juga menyebutkan bahwa mereka akan langsung membuat game-game barunya tersebut langsung bisa diakses bila proses klasifikasi IGRS tersebut telah selesai.
Nah, kira-kira bagaimana tanggapanmu mengenai hal ini, kejahatan? Yuk, langsung saja membagikan pendapatmu di kolom komentar ya.
Baca juga informasi menarik atau artikel keren lainnya dari Andy Julianto. For further information and other inquiries, you can contact us via penulis@gamebrott.com
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.