Pemain Resident Evil Requiem Tamat – Resident Evil Requiem telah dirilis pada tanggal 27 Februari 2026 di berbagai platform gaming dan menjadi salah satu game Resident Evil terlaris dengan jumlah pemain yang sangat banyak sejak perilisannya. Jadi tidak heran jika banyak Gamer langsung segera main setelah mereka membeli gamenya.
Baru-baru ini muncul laporan kalau rata-rata Player RE Requiem telah menamatkan game ini di konsol PS5 maupun di PC. Benarkah itu?
Rata-rata Player Resident Evil Requiem Sudah Menamatkan Gamenya
Berdasarkan data dari SteamDB (18/4), setidaknya ada sekitar 70% Player Resident Evil Requiem di Steam telah menamatkan game ini dengan Difficulty setidaknya pada level Casual dan 64% pada Difficulty Standard dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan.
Hal ini terlihat dari seberapa banyak Player yang mendapatkan Achievement bernama Rookie Agent (Casual) dan Rising Agent (Standard). Kalian bisa lihat tangkapan layar-nya dari SteamDB di bawah ini.

Sedangkan di konsol PS5 menurut data dari PSNProfiles, sekitar 85% telah menyelesaikan game dalam mode casual dan sekitar 78% menyelesaikannya dalam mode standar (modern).

Total Jumlah Player yang Menamatkan Game Menurut Data Capcom

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata Capcom turut membagikan statistik waktu bermain serta waktu berapa kali Gamer menamatkan game ini di situs resmi mereka. Terlihat bahwa game-nya telah ditamatkan sebanyak lebih dari 20 juta kali.
Selain itu, rata-rata pemain membutuhkan waktu paling tidak sekitar 19 jam 14 menit untuk menamatkan game tersebut pertama kali. Angka tersebut juga termasuk restart, pause & juga cutscene.

Itulah sekilas informasi mengenai pemain Resident Evil Requiem yang rata-rata telah menyelesaikan game-nya untuk versi PC & PS5. Bagaimana menurutmu mengenai informasi ini?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Resident Evil atau artikel lainnya dari Deia Averina. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.